Rabu, 04 Maret 2009

PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KAWASAN SEBANGAU

PEMBANGUNAN PERTANIAN
MUKTI AJI - PSAL - UNPAR
FEBRUARI 2009


I. PENDAHULUAN

Kawasan Sebangau ditetapkan sebagai taman nasional melalui SK Menteri Kehutanan No. 423/Menhut/II/2004 pada tanggal 19 Oktober 2004 dengan luas + 568.700 ha. Kawasan ini terletak di antara Sungai Sebangau dan Sungai Katingan, dan berada pada Wilayah Administrasi Kabupaten Katingan, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Hutan Rawa Gambut Tropika Sebangau merupakan salah satu hutan rawa gambut yang tersisa di Propinsi Kalimantan Tengah. Saat ini, Kawasan Sebangau merupakan kawasan yang menjadi tumpuan masyarakat karena dapat memberikan nilai ekonomi – ekologi yang sangat penting bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kawasan ini juga mendukung pembangunan wilayah di Kabupaten Katingan, Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangkaraya.

Ekosistem Gambut Sebangau merupakan salah satu ekosistem yang kondisinya relatif masih baik dibandingkan dengan daerah di sekitarnya dan merupakan kawasan yang memainkan peranan yang sangat penting bagi gudang penyimpanan karbon dan pengatur tata air di Kabupaten Katingan serta Pulang Pisau dan Kota Palangkaraya. Oleh karena itu kestabilan ekosistem ini merupakan salah satu faktor penentu kualitas hidup manusia, baik ditingkat lokal, regional, nasional maupun global.

Lahan rawa gambut tropika juga merupakan reservoir biodiversitas dan habitat bagi satwa langka. Meski keanekaragaman spesies pohon di kawasan hutan rawa gambut lebih rendah dari hutan tropika dataran rendah, namun spesies pohon bersifat endemik. Selain itu, ekosistem ini juga penting sebagai habitat berbagai spesies hewan, khususnya primata seperti orang utan (Pongo pygmaeus). Beberapa jenis ikan ditemukan bersifat endemik pada ekosistem ini. Selain itu, lahan gambut alami memiliki peran penting dalam keseimbangan air regional melalui fungsinya sebagai water catchment dan reservoir. Dengan kapasitas menyimpan yang besar, antara 80-90% volume gambut akan menjadi penampung air pada musim hujan dan melepaskannya secara bertahap pada musim kemarau.

Kawasan hutan gambut di antara sungai Sebangau merupakan habitat berbagai jenis satwaliar dengan nilai ekonomi tinggi, jarang dan dilindungi. Orang utan, kera ekor pendek, gibon, adalah jenis-jenis satwa dominan dan seringkali ditemukan. Beruang madu, dan rusa adalah jenis dominan dibandingkan lainnya. Diantara jenis-jenis burung, satu jenis telah diklasifikasikan sebagai jenis hampir punah tetapi masih dapat dijumpai di dalam kawasan, yaitu baliang. Jenis satwa yang sering dikonsumsi oleh masyarakat lokal adalah bangamat (kalong). Jenis reptil yang juga dapat ditemukan di dalam lokasi adalah panganen (ular phyton), hanjaliwan (ular tadung), muhe (ular kobra), biawak, dan kura-kura.

Beberapa jenis ikan yang dapat dijumpai juga di dalam kawasan antara lain adalah gabus (Channa striata), lele (Clarias sp.), bapuyu (Anabas testudineus), kakapar (Belontia hesselti), sambaling (Betta sp.). Ikan-ikan tersebut berperanan penting dalam keseimbangan ekosistem dan juga sebagai sumber protein penting bagi masyarakat sekitar. Di Sungai Sebangau, beberapa jenis ikan seperti (Helostoma temminckii), lele (Clarias sp.), bapuyu – (Anabas testudineus), karandang (Channa pleuropthalmus), tapah (Wallago leeri), gabus (Channa striata) seringkali dijumpai dalam jumlah besar dan kemudian digantikan oleh spesies lainnya.

Mayoritas masyarakat di sekitar kawasan Sebangau bermatapencaharian utama dari hasil pertanian tanaman padi dan palawija. Usaha pertanian merupakan matapencaharian masyarakat transmigrasi. Adapun usaha perikanan lebih banyak dilakukan oleh penduduk asli.


II. ALTERNATIF LANGKAH PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KAWASAN PEMUKIMAN WILAYAH SEBANGAU

Berdasarkan pengamatan visual di kawasan pemukiman wilayah Sebangau khususnya di Desa Kereng Bangkirai dan sekitarnya, beberapa hal yang dapat dilakukan untuk pengembangan dan pembangunan bidang pertanian adalah sebagai berikut :

1. Peternakan Ayam Ras
Peternakan ayam ras dapat dikembangkan dengan alasan bahwa kebutuhan akan ayam potong di kota Palangka Raya cukup tinggi sementara pemenuhan kebutuhan ayam potong banyak didatangkan dari daerah yang relatif jauh dari kota (Tangkiling). Langkah yang dapat dilakukan kaitannya dengan pengembangan peternakan ayam ras adalah :

a. Pencadangan lokasi yang tidak berada di dekat pemukiman (di Kalampangan dan sekitarnya.
b. Pembangunan pabrik pakan ternak yang didukung dengan pengembangan jagung dan sumber protein hewani.
c. Penguatan kelembagaan di tingkat peternak seperti pembentukan kelompok peternak untuk ternak ayam pedaging dan ayam petelur.
d. Pembinaan peternak dalam penanggulangan penyakit.
e. Membangun kemitraan dengan perusahaan besar.
2. Perikanan Budidaya

Sangat disayangkan bahwa sungai sebangau terlihat belum banyak dimanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar khususnya dengan model keramba. Langkah yang dapat dilakukan untuk pengembangan budidaya ikan air tawar adalah :

a. Pembinaan teknik budidaya ikan khususnya pada jenis ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan spesifik Kalimantan Tengah.
b. Pengembangan usaha pasca panen.
c. Perluasan pasar melalui kemitraan dengan perusahaan besar dan orientasi ekspor.

3. Industri Rumah Tangga / UMKM

Dengan pertimbangan bahwa hasil pertanian di daerah sebangau selama ini hanya dipasarkan dalam bentuk mentah, maka diperlukan pengembangan industri rumah tangga / UMKM yang berbasis (bahan baku) dari hasil pertanian. Langkah yang dapat dilakukan adalah :

a. Pengembangan industri dengan memanfaatkan bahan baku lokal.
b. Identifikasi produk industri yang potensial dikembangkan.
c. Penguatan kelembagaan.


III. PENUTUP

Kesuksesan usaha tani di lahan gambut, selain ditentukan oleh kondisi sumber daya lahan dan pengelolaan lingkungannya juga sangat tergantung pada kwalitas sumber daya manusia pengelolanya (Petani dan Instansi terkait). Pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan menuntut ketrampilan, kerajinan, keuletan, kewaspadaan dan kebersamaan.
Untuk meningkatkan kesejahteraan petani, maka sudah saatnya kawasan sebangau dikembangkan tidak hanya sebagai penghasil bahan mentah namun harus ada upaya pengembangan bentuk olahan dan juga kemitraan dengan perusahaan berskala besar.

1 komentar:

khani mengatakan...

mampir nich,,,
oh ea,, ada sedikit info tentang kayu jabon, mungkin pernah dengar tentang kayu jabon..
ok.. salam....